MENU BAR

Sabtu, 11 April 2015

Kematian Menurut Al Qur'an

KEMATIAN MENURUT AL-QUR’AN
Tiap-tiap umat mempunyai batas waktu; maka apabila telah datang waktunya mereka tidak dapat mengundurkannya barang sesaat pun dan tidak dapat (pula) memajukannya.(QS. Al A’raf: 34)
 Maka barang siapa yang bertakwa dan mengadakan perbaikan, tidaklah ada kekhawatiran terhadap mereka dan tidak (pula) mereka bersedih hati.“(QS.Al-A’raf:35)
Sedangkan orang yang kafir dan ingkar terhadap kebenaran Islam, “Dan orang-orang yang mendustakan ayat-ayat Kami dan menyombongkan diri terhadapnya, mereka itu penghuni-penghuni neraka; mereka kekal di dalamnya.“(QS.Al-A’raf:36
 
Sesungguhnya orang-orang yang kafir diserukan kepada mereka (pada hari kiamat): “Sesungguhnya kebencian Allah (kepadamu) lebih besar daripada kebencianmu kepada dirimu sendiri karena kamu diseru untuk beriman lalu kamu kafir” Qs 23 : 10
 
Mereka menjawab: “Ya Tuhan kami Engkau telah mematikan kami dua kali dan telah menghidupkan kami dua kali (pula), lalu kami mengakui dosa-dosa kami. Maka adakah sesuatu jalan (bagi kami) untuk keluar (dari neraka)?” Qs 23 : 11

Ketika manusia dikumpulkan dipadang Mahsyar pada hari berbangkit kelak dan orang kafir telah melihat dengan jelas akibat perbuatan mereka menentang ayat ayat Allah selama ini, mereka mengeluh : ” Ya Allah Engkau telah mematikan kami dua kali, dan menghidupkan kami dua kali pula, lalu kami mengakui dosa kami, adakah jalan keluar bagi kami dari kesulitan yang dahsyat pada hari ini (neraka jahanam) “. Dialog antara orang kafir dengan Allah ini diabadikan dalam surat Al Mukmin ayat 10 -11, sebagaimana kami kutipkan diawal artikel ini.
Selama hidup didunia ini kita hanya mengerti bahwa mati dan hidup itu hanya sekali saja, namun setelah diakhirat kelak kita baru, mengerti bahwa kita hidup dan mati sebanyak dua kali. Memperhatikan dialog diatas kita jadi bertanya, apakah yang dimaksud dengan kematian itu? Dalam Al Qur’an dikatakan bahwa kita mati dan hidup sebanyak dua kali, padahal yang kita ketahui selama ini kita hidup dan mati hanya satu kali.
Definisi mati menurut Al-Qur’an
Mati menurut pengertian secara umum adalah keluarnya Ruh dari jasad, kalau menurut ilmu kedokteran orang baru dikatakan mati jika jantungnya sudah berhenti berdenyut. Mati menurut Al-Qur’an adalah terpisahnya Ruh dari jasad dan hidup adalah bertemunya Ruh dengan Jasad. Kita mengalami saat terpisahnya Ruh dari jasad sebanyak dua kali dan mengalami pertemuan Ruh dengan jasad sebanyak dua kali pula. Terpisahnya Ruh dari jasad untuk pertama kali adalah ketika kita masih berada dialam Ruh, ini adalah saat mati yang pertama. Seluruh Ruh manusia ketika itu belum memiliki jasad. Allah mengumpulkan mereka dialam Ruh dan berfirman sebagai disebutkan dalam surat Al A’raaf 172:
Dan (ingatlah), ketika Tuhanmu mengeluarkan keturunan anak-anak Adam dari sulbi mereka dan Allah mengambil kesaksian terhadap jiwa mereka (seraya berfirman): “Bukankah Aku ini Tuhanmu?” Mereka menjawab: “Betul (Engkau Tuhan kami), kami menjadi saksi”. (Kami lakukan yang demikian itu) agar di hari kiamat kamu tidak mengatakan: “Sesungguhnya kami (bani Adam) adalah orang-orang yang lengah terhadap ini (keesaan Tuhan)”, (Al A’raaf 172)
Selanjutnya Allah menciptakan tubuh manusia berupa janin didalam rahim seorang ibu, ketika usia janin mencapai 120 hari Allah meniupkan Ruh yang tersimpan dialam Ruh itu kedalam Rahim ibu, tiba-tiba janin itu hidup, ditandai dengan mulai berdetaknya jantung janin tersebut. Itulah saat kehidupan manusia yang pertama kali, selanjutnya ia akan lahir kedunia berupa seorang bayi, kemudian tumbuh menjadi anak anak, menjadi remaja, dewasa, dan tua sampai akhirnya datang saat berpisah kembali dengan tubuh tersebut.
Ketika sampai waktu yang ditetapkan, Allah akan mengeluarkan Ruh dari jasad. Itulah saat kematian yang kedua kalinya. Allah menyimpan Ruh dialam barzakh, dan jasad akan hancur dikuburkan didalam tanah. Pada hari berbangkit kelak, Allah akan menciptakan jasad yang baru, kemudia Allah meniupkan Ruh yang ada di alam barzakh, masuk dan menyatu dengan tubuh yang baru sebagaimana disebutkan dalam surat Yasin ayat 51:
51- Dan ditiuplah sangkakala, maka tiba-tiba mereka ke luar dengan segera dari kuburnya (menuju) kepada Tuhan mereka. 52- Mereka berkata: “Aduh celakalah kami! Siapakah yang membangkitkan kami dari tempat tidur kami (kubur)?” Inilah yang dijanjikan (Tuhan) Yang Maha Pemurah dan benarlah Rasul-rasul (Nya). (Yasin 51-52)
Itulah saat kehidupan yang kedua kali, kehidupan yang abadi dan tidak akan adalagi kematian sesudah itu. Pada saat hidup yang kedua kali inilah banyak manusia yang menyesal, karena telah mengabaikan peringatan Allah. Sekarang mereka melihat akibat dari perbuatan mereka selama hidup yang pertama didunia dahulu. Mereka berseru mohon pada Allah agar dizinkan kembali kedunia untuk berbuat amal soleh, berbeda dengan yang telah mereka kerjakan selama ini sebagaimana disebutkan dalam surat As Sajdah ayat 12:
Dan (alangkah ngerinya), jika sekiranya kamu melihat ketika orang-orang yang berdosa itu menundukkan kepalanya di hadapan Tuhannya, (mereka berkata): “Ya Tuhan kami, kami telah melihat dan mendengar, maka kembalikanlah kami (ke dunia), kami akan mengerjakan amal saleh, sesungguhnya kami adalah orang-orang yang yakin”. (As Sajudah 12)
Itulah proses mati kemudian hidup, selanjutnya mati dan kemudian hidup kembali yang akan dialami oleh semua manusia dalam perjalanan hidupnya yang panjang dan tak terbatas. Proses ini juga disebutkan Allah dalam surat Al Baqaqrah ayat 28:
Mengapa kamu kafir kepada Allah, padahal kamu tadinya mati, lalu Allah menghidupkan kamu, kemudian kamu dimatikan dan dihidupkan-Nya kembali, kemudian kepada-Nya-lah kamu dikembalikan? (Al Baqarah 28)
Demikianlah definisi mati menurut Al-Qur’an, mati adalah saat terpisahnya Ruh dari Jasad. Kita akan mengalami dua kali kematian dan dua kali hidup. Jasad hanya hidup jika ada Ruh, tanpa Ruh jasad akan mati dan musnah. Berarti yang mengalami kematian dan musnah hanyalah jasad sedangkan Ruh tidak akan pernah mengalami kematian.
Pada saat mati yang pertama, jasad belum ada namun Ruh sudah ada dan hidup dialam Ruh. Pada saat hidup yang pertama Ruh dimasukan kedalam jasad , sehingga jasad tersebut bisa hidup. Pada saat mati yang kedua, Ruh dikeluarkan dari jasad , sehingga jasad tersebut mati, namun Ruh tetap hidup dan disimpan dialam barzakh. Jasad yang telah ditinggalkan oleh Ruh akan mati dan musnah ditelan bumi. Pada saat hidup yang kedua, Allah menciptakan jasad yang baru dihari berbangkit, jasad yang baru itu akan hidup setelah Allah memasukan Ruh yang selama ini disimpan dialam barzak kedalam tubuh tersebut. Kehidupan yang kedua ini adalah kehidupan yang abadi, tidak ada lagi kematian atau perpisahan antara Ruh dengan jasad sesudah itu.
Kalau kita amati proses hidup dan mati diatas ternyata yang mengalami kematian dan musnah hanyalah jasad, sedangkan Ruh tidak pernah mengalami kematian dan musnah. Ruh tetap hidup selamanya, ia hanya berpindah pindah tempat, mulai dari alam Ruh, alam Dunia, alam Barzakh dan terakhir dialam Akhirat. Pada saat datang kematian pada seseorang yang sedang menjalani kehidupan didunia ini, maka yang mengalami kematian hanyalah jasadnya saja, sedangkan Ruhnya tetap hidup dialam barzakh. Allah mengingatkan hal tersebut dalam surat Al Baqarah ayat 154 :
Dan janganlah kamu mengatakan terhadap orang-orang yang gugur di jalan Allah, (bahwa mereka itu) mati; bahkan (sebenarnya) mereka itu h idup, tetapi kamu tidak menyadarinya. (Al Baqarah 154)
Perjalanan panjang tanpa akhir
Kalau kita amati proses perjalan hidup dan mati seperti yang disebutkan diatas , maka yang mengalami kematian hanyalah jasad kita saja, sedangkan Ruh tidak pernah mengalami kematian. Sejak diciptakan pertama kali dan diambil kesaksiannya tentang ke Esaan Allah ketika dikumpulkan dialam Ruh sebagaimana disebutkan dalam surat Al A’raaf 172, mulailah Ruh menempuh perjalanan panjang yang tidak akan pernah berkahir.
Sifat Ruh sama seperti energy, dalam ilmu fisika kita mengenal teori kekekalan Energy. Teori kekalan Energy mengatakan bahwa Energy bersifat kekal, tidak bisa dimusnahkan, dihancurkan ataupun dilenyapkan. Ia hanya mengalami perubahan bentuk. Ruh memiliki sifat seperti Energy ini, ia tidak bisa dimusnahkan, dilenyapkan ataupun dihancurkan, ia kekal selamanya, ia hanya berubah bentuk mulai dialam Ruh, alam Dunia, alam Barzakh dan alam Akhirat kelak.
Kita bisa merasakan selama hidup didunia ini bahwa Ruh kita tidak pernah tidur atau beristirat. Kalau kita tidur pada malam hari, yang tidur adalah jasad atau jasmani kita sedang Ruh kita sendiri, pergi berjalan entah kemana. Ruh tidak bisa hancur, musnah dan lenyap namun ia bisa merasa lemah, sakit dan menderita. Ruh yang kurang mendapat perawatan akan menjadi lemah menderita dan sakit. Penyakit Ruh umumnya akan merembet pada penyakit fisik atau jasmani, penyakit ruh yang umum kita kenal antara lain, gelisah, kecewa, dengki, cemas, takut, sedih, tertekan dan stress berkepanjangan.
Ruh mengalami proses pendewasaan selama hidup didunia. Semua bekal yang dibawa untuk perjalanan hidup dialam barzakh dan akhirat didapat dari alam dunia. Namun sayang selama hidup didunia banyak orang yang tidak memperdulikan kebutuhan Ruhnya untuk menghadapi perjalan panjang yang tak akan pernah berakhir ini. Kebanyakan manusia hanya fokus pada masalah kehidupan dunia, dan tidak perduli dengan masalah kehidupan akhirat yang lebih dahsyat dibandingkan dengan kehidupan dunia.
Mereka baru menyadari kekeliruan mereka tatkala ruh telah sampai ditenggorokan, hingga tatkala mereka telah pindah kelam barzakh mereka mengeluh sebagaimana disebutkan dalam surat Al Mukminun ayat 99-100 :
99- (Demikianlah keadaan orang-orang kafir itu), hingga apabila datang kematian kepada seseorang dari mereka, dia berkata: “Ya Tuhanku kembalikanlah aku (ke dunia),
100- agar aku berbuat amal yang saleh terhadap yang telah aku tinggalkan. Sekali-kali tidak. Sesungguhnya itu adalah perkataan yang diucapkannya saja. Dan di hadapan mereka ada dinding sampai hari mereka dibangkitkan (Al Mukminun 99-100)
Penyesalan itu memang selalu terlambat datangnya, namun penyesalan yang muncul setelah datangnya kematian hanyalah sesuatu yang sia-sia. Masa lampau tidak akan pernah kembali, kita hanya terus maju menghadang masa yang akan datang, apapun keadaan kita. Orang yang bijaksana akan mengumpulkan bekal sebanyak banyaknya untuk menempuh perjalanan panjang dialam barzakh dan akhirat. Orang yang lalai hanya fokus pada kehidupan dunia, tidak pernah mempersiapkan diri untuk menempuh perjalanan panjang itu. Bahkan terkesan tidak peduli dengan kehidupan akhirat. Sebagian besar manusia didunia termasuk kedalam golongan orang yang lalai ini, sebagaimana disebutkan dalam surat Yunus ayat 92:” …sesungguhnya kebanyakan dari manusia lengah dari tanda-tanda kekuasaan Kami.” Lebih tegas lagi disebutkan dalam surat al Insan ayat 27 :
Sesungguhnya mereka (orang kafir) menyukai kehidupan dunia dan mereka tidak memperdulikan kesudahan mereka, pada hari yang berat (hari akhirat). (Al Insan 27)
Mudah2an kita tidak termasuk orang yang lalai, seperti disebutkan dalam ayat Qur’an diatas. Mari kita persiapkan perbekalan kita untuk menempuh perjalanan panjang yang tidak akan pernah berakhir didunia dan akhirat. Penyesalan diakhirat kelak tidak ada gunanya, masa lalu tidak akan pernah kembali, masa yang akan datang pasti terjadi. Bersiaplah menghadap berbagai perubahan yang akan kita alami sepanjang perjalan hidup yang amat panjang dan melelahkan ini. Berbekallah sebaik baik bekal adalah Taqwa. (*)

Kamis, 09 April 2015

Kesemutan / paratesia

Waspada kesemutan

Apabila kita sering mengalami kesemutan pada bagian tangan atau mungkin kaki, gejala ini menjadi pertanda gangguan kesehatan yang lebih serius.

Bukan “Semut” Biasa

Dalam ilmu kedokteran, kesemutan disebut paratesia, yakni suatu sensasi pada permukaan anggota tubuh tertentu yang tidak dipicu rangsangan dari luar, seperti rasa panas, terbakar, tertusuk-tusuk. Rasa kesemutan dapat dirasakan di tangan, kaki, muka, maupun di seluruh bagian tubuh lain.
Kesemutan terjadi jika saraf dan pembuluh darah mengalami tekanan, misalnya saat duduk bersimpuh atau menekuk kaki terlalu lama maka saraf dan aliran darah terganggu. Umumnya kesemutan akan mereda jika bagian yang mengalami kesemutan digerakkan atau dilemaskan secara perlahan-lahan.
Kesemutan merupakan bagian dari gejala penyakit kehilangan rasa. Ada 3 tahap dalam kesemutan yaitu:
  1. Tahap paraesthesia (kesemutan),
  2. Tahap hypaesthesia (bagian tubuh menjadi kebal/baal),
  3. Tahap anaesthesia (hilang rasa sama sekali).
Kesemutan bisa disebabkan karena posisi duduk atau berdiri dalam jangka waktu yang lama, tekanan pada saraf tulang belakang, kekurangan vitamin B-12, tingkat abnormal kalsium, kalium atau nutrium dalam tubuh. Selain itu kondisi medis tertentu seperti diabetes, kejang, migran atau sakit kepala biasa bisa memicu kesemutan akibat kurangnya aliran darah ke daerah tertentu.
Karena sifatnya yang mudah datang dan pergi maka sering kali orang menganggap kesemutan sebagai hal yang biasa. Namun menurut dr. George Dewanto, SpS dari RS Grha Kedoya, kesemutan bisa saja menjadi pertanda timbulnya penyakit yang lebih serius. Beberapa gejala kesemutan yang patut diwaspadai menurut dr.George antara lain:
  • Jika kesemutan tak hilang setelah bagian tubuh digerakkan atau dilemaskan.
  • Atau semula hanya dialami sebagian kecil organ tubuh namun kemudian merambat ke bagian yang lebih luas.
  • Atau bila kesemutan menjadi sering dialami.
  • Atau bila kesemutan menjadi rasa kebal.
Jika Anda mengalami kesemutan jenis ini, dr. George Dewanto, Sp.S menyarankan untuk  segera memeriksakan diri ke dokter. Karena kesemutan jenis ini bukan lagi kesemutan biasa tetapi bisa jadi merupakan gejala penyakit serius.
Beberapa gangguan kesehatan serius yang ditandai gejala kesemutan, antara lain:
  • Penyakit jantung
  • Stroke
  • Diabetes melitus (DM)
  • Hipertensi
  • Infeksi tulang belakang
  • Rematik
  • Spasmofilia (tetani)
  • Guillain-barre syndrome
  • Cytomegalovirus (CMV)
  • Carpal Tunnel Syndrome (CTS) adalah pergelangan tangan karena penggunaan
  • Saraf terjepit
Tips Mencegah Kesemutan:
  • Jaga sikap dan posisi duduk
  • Jika duduk bersila sesekali ubahlah posisi duduk
  • Istirahatkan bagian tubuh yang digunakan bekerja
  • Jika menggunakan komputer sebaiknya membiasakan duduk dengan posisi pergelangan tangan menyentuh meja
  • Hindari kebiasaan bertopang dagu atau  berdiri di samping meja sambil menopang badan dengan tangan sebelah
  • Hindari posisi tidur dengan meletakkan tangan di belakang kepala
  • Banyak  mengkonsumsi makanan yang mengandung vitamin B seperti daging, ikan, sayur, dan buah
  • Minum air putih yang cukup
  • Memperbanyak kalium dan membatasi natrium
  • Tidak minum obat sembarangan
  • Hindari minum alkohol
  • Olahraga teratur
  • Pola hidup sehat dan makan seimbang.
Nara Sumber: dr. George Dewanto, SpS, dokter spesialis saraf  dari RS Grha Kedoya

Rabu, 01 April 2015

Ad - Dien

Diin secara lughoh adalah:

1. Ketaatan dan Ketundukan kepada hukum yang mutlak (Qs. 16:52, 40:65, 3:83)
2. Dienul Malik (Aturan/ UUD Kerajaan ) (Qs. 12:76)
3. Tanggungjawab/ Pembalasan (Qs. 1:4)

Sedangkan Diin menurut syara’ adalah:

لدِّينُ هُوَ مَا شَرَعَهُ اللَّه ُبِتَوْصِيَةِ رُسُْلِهِ وَ هُوَ فِطْرَتِهِ الَّتِى فَطَرَ النَّاسَ عَلَيْهَا لِسَلامَتِهِمْ فِى الدُنْيَا وَالاخِرَةِ بِرِضَاهِ
“Ad Dien adalah apa-apa yang disyari’atkan Allah SWT dengan taushiyah para rasul-Nya dan Dia adalah Fitrohnya yang telah menciptakan manusia dengannya untuk keselamatan mereka di dunia dan di akhirat dengan ridhonya”. Pahami Qs. 42:13, 30:30, 26:21, 49:16, 3:19

B. UNSUR-UNSUR “AD DIIN”

Unsur-unsur Ad Dien ada 3:

1. Hukum, sebagai wujud kongkrit dari eksistensinya “Rububiyyah Alloh” di alam semesta ini
2. Daar (Negeri), sbgai wujud kongkrit dari eksistensinya “Mulkiyyah Alloh” di kerajaan bumi ini
3. Jama’ah/ Ummat, sebagai wujud kongkrit dari eksistensinya “Uluhiyyah Alloh” dengan hanya memurnikan pengabdian kepada Alloh semata.

C. KLASIFIKASI “AD DIIN”

Klasifikasi Diin terbagi menjadi 2 yakni:

1) Dinul Haq

هُوَ مَا شَرَعَهُ اللَّهُ بِقُرْآنِهِ لِسَلامَةِ الانْسَانِ عَلَى الْفِطْرَةِ وَ اْلاسْلامُ دِيْنُ التَّوْحِيْدِ

“Sesuatu yang di syari’atkan Allah dengan Qurannya untuk keselamatan manusia atas fitrohnya, dan Islam adalah Diin Tauhid”.

2) Dinul Bathil

هُوَ مَا شَرَعَهُ الْمُشْرِكُوْنَ بِاَمَانِيِّهِمْ لِشَقَاوَةِ اْلانْسَانِ عَنِ الْفِطْرَةِ وَ غَيْرُ اْلاسْلامُ دِيْنُ التَّوْحِيْدِ

“Sesuatu yang di syari’atkan orang musyrik dengan angan-angannya untuk merusak manusia dari fitrohnya, dan Diin bukan Islam adalah Dien Syirik.

Alloh SWT. telah mensyari’atkan sejak Nabi Nuh, Nabi Ibrohim, Nabi Musa, Nabi Isa, Nabi Muhammad SAW hingga sampai saat ini yakni Penegakkan Dinul Islam dan Jangan Berpecah Belah.

“Dia telah mensyari’atkan bagi kamu tentang diin apa yang telah diwasiatkan-Nya kepada Nuh dan apa yang telah Kami wahyukan kepadamu dan apa yang telah Kami wasiatkan kepada Ibrahim, Musa dan Isa Yaitu: Tegakkanlah Diin dan janganlah kamu berpecah belah tentangnya. Amat berat bagi orang-orang musyrik agama yang kamu seru mereka kepadanya. Allah menarik kepada agama itu orang yang dikehendaki-Nya dan memberi petunjuk kepada (agama)-Nya orang yang kembali (kepada-Nya)”. (QS. 42:13)

nilah wasilah (sarana/ cara) untuk bertakwa kepada Alloh dan mendekatkan diri kepada-Nya.

“Hai orang-orang yang beriman, bertakwalah kepada Allah dan carilah jalan yang mendekatkan diri kepada-Nya, dan berjihadlah pada jalan-Nya, supaya kamu mendapat keberuntungan”. (QS. 5:35)

D. SIKAP KITA TERHADAP DINUL HAQ (ISLAM)

1. Mengizharkannya diatas yang lain (9:33, 48:28, 61:10)

“Dialah yang telah mengutus RasulNya (dengan membawa) petunjuk (Al-Quran) dan agama yang benar untuk dimenangkanNya atas segala agama, walaupun orang-orang musyrikin tidak menyukai”. (QS. 9:33)

“Dia-lah yang mengutus Rasul-Nya dengan membawa petunjuk dan agama yang hak agar dimenangkan-Nya terhadap semua agama. dan cukuplah Allah sebagai saksi”. (QS. 48:28)

2. Menegakkannya (QS. 42:13)

E. KAIFIYAT IQOMATUD DIIN DAN IZHARUD DIIN

Setelah memahami ma’rifatulloh maka akhirnya kita telah mengetahui syari’at Alloh. Unsur-unsur syari’at tersebut adalah Rububiyyah, Mulkiyyah dan Uluhiyyah.

1) Rububiyyah

Untuk mewujudkan eksistensi Rububiyyah Alloh di alam semesta ini maka yang harus dilakukan adalah TABLIGH yaitu Usaha menunjukkan jalan (5:67) = سَعْيٌ لِهِدَايَةِ الصِّرَاطِ

“Hai rasul, sampaikanlah apa yang diturunkan kepadamu dari Robbmu. dan jika tidak kamu kerjakan (apa yang diperintahkan itu, berarti) kamu tidak menyampaikan amanat-Nya. Allah memelihara kamu dari (gangguan) manusia . Sesungguhnya Allah tidak memberi petunjuk kepada orang-orang yang kafir”. (QS. 5:67)

Tabligh ini bisa berupa kabar gembira (tabsyir) dan berupa peringatan (indzar). Tabsyir ini bisa melalui proses ta’lim (keilmuan), sedangkan indzar bisa melalui proses tahkim (pemberian sangsi hukum). Inilah sarana (shirot) untuk menuju petunjuk (Shirotol mustaqim) yang baik (ma’ruf), perintah Alloh (amru) untuk dilaksanakan (imtitsal) melalui perbuatan (fi’lun) yang kokoh/ teguh (itsbat). Jangan sampai kita menuju Shirotol jahim yang rusak (munkar), dilarang Alloh (Nahyu) dan harus menjauhinya (Ijtinabu) dengan cara meninggalkannya (tarku). Inilah yang harus senantiasa disampaikan dan aplikasikan oleh seorang MUBALLIGH.


2) Mulkiyyah

Untuk mewujudkan eksistensi Mulkiyyah Alloh di kerajaan bumi ini maka yang harus ditempuh adalah JIHAD sebagai Gerakan mengamankan jalan (9:122, 8:74) = ضَرْبٌ لِحِمَايَةِ السَّبِيْلِ

“tidak sepatutnya bagi mukminin itu pergi semuanya (ke medan perang). mengapa tidak pergi dari tiap-tiap golongan di antara mereka beberapa orang untuk memperdalam pengetahuan mereka tentang agama dan untuk memberi peringatan kepada kaumnya apabila mereka telah kembali kepadanya, supaya mereka itu dapat menjaga dirinya”. (QS. 9:122)

“dan orang-orang yang beriman dan berhijrah serta berjihad pada jalan Allah, dan orang-orang yang memberi tempat kediaman dan memberi pertolongan (kepada orang-orang muhajirin), mereka Itulah orang-orang yang benar-benar beriman. mereka memperoleh ampunan dan rezki (nikmat) yang mulia”. (QS. 8:74)

JIHAD ini bisa berupa seruan (dakwah, 9:122) dan tempur/ perang (qital, 8:74). Dakwah ini berupa proses pemahaman Diin (tafaqqoh) yang berupa keilmuan. Sedangkan Qital berupa mobilisasi (nufur) yang berupa perbuatan yakni penggalangan kekuatan. Inilah sarana/ wadah (Sabilillah) menuju mardhotillah yang ma’ruf, perintah Alloh (amru) untuk dilaksanakan (imtitsal) melalui perbuatan (fi’lun) yang kokoh/ teguh (itsbat). Jangan sampai kita menuju sabilith thoghut yang rusak (munkar), dilarang Alloh (Nahyu) dan harus menjauhinya (Ijtinabu) dengan cara meninggalkannya (tarku). Inilah yang harus senantiasa disampaikan dan aplikasikan oleh seorang MUJAHID.

3) Uluhiyyah

Untuk mewujudkan eksistensi Uluhiyyah Alloh sebagai satu-satunya pengabdian maka yang harus ditempuh adalah TAUHID sebagai Pengayoman untuk membina jalan (98:5) = رَاْيٌ لِبِنَايَةِ الطَّرِيْقِ

“Padahal mereka tidak disuruh kecuali supaya menyembah Allah dengan memurnikan ketaatan kepada-Nya dalam (menjalankan) agama yang lurus, dan supaya mereka mendirikan shalat dan menunaikan zakat; dan yang demikian Itulah agama yang lurus”. (QS. 98:5)

Tauhid ini ditujukan kepada Ummat dan Jama’ah. Tauhid yang dimiliki ummat yakni dengan memurnikan (ikhlash) pengabdiannya hanya kepada Alloh melalui pemahan keilmuan. Adapun tauhid yang dimiliki jama’ah (institusi) dengan adanya kepemimpinan (Imamah) sehingga hukum Alloh (Al Quran) sebagai sumber hukum dapat diaplikasikan melalui ketetapan-ketetapan Imam. Inilah sarana menuju “jannah” (Thoriqul Jannah) yang ma’ruf, perintah Alloh (amru) untuk dilaksanakan (imtitsal) melalui perbuatan (fi’lun) yang kokoh/ teguh (itsbat). Jangan sampai kita menuju Thoriqul Jahannam yang rusak (munkar), dilarang Alloh (Nahyu) dan harus menjauhinya (Ijtinabu) dengan cara meninggalkannya (tarku). Inilah yang harus senantiasa disampaikan dan aplikasikan oleh seorang MUWAHHID.

Wallohu a’lam bish showab

Senin, 30 Maret 2015

Air Minum Rahmah



SEHAT SUMBER KEBAHAGIAAN.

AIR SUMBER KEHIDUPAN DAN KESEHATAN

Air adalah komponen terbanyak di dalam tubuh manusia.
Komponen air di dalamtubuh seorang bayi mencapai sekitar 80 %, orang dewasa 60 %, sedangkan orang lanjut usia memiliki komponen air sebesar 50 % di dalam tubuhnya.

Manfaat Air Bagi Tubuh Manusia
Sampai saat ini masih saja ada orang yang mengabaikan air putih, padahal manfaatnya sangat besar dan kerusakan bila kekurangan air juga nyata.
Air mencegah kita kehausan, mendorong metabolisme, membuat rasa kenyang lebih lama sehingga mencegah kita makan terlalu banyak, juga membuat kulit lebih halus karena ketersediaan cairan di dalam tubuh hingga mencegah hilang konsentrasi.

Beberapa manfaat penting air bagitubuh manusia yang sudah diketahui medis diantaranya adalah :
Berpikir LebihBaik
Mencegah Penyakit Batu Ginjal
Memperlancar Sistem Pencernaan
Menjadi Awet Muda
Mencegah Penyakit Jantung
Mengeluarkan Racun DalamTubuh
Penyeimbang Sistem Getah Bening
Menjaga Berat Badan Tubuh
Menjaga Mood
Menjaga Kebersihan serta Kesehatan Gigi dan Mulut
Mengurangi Rasa KramdanTerkilir
Memperlancar Buang Air Besar
Sebagai Obat Sakit Kepala
Mengurangi Resiko Kanker

Konsumsi Air Yang Disarankan
Manusia dewasa disarankan untuk mengkonsumsi air sebanyak 2 liter sehari, atau sekitar 8 hingga 10 gelas perhari.
Air bekerja dengan ajaib dan memacup eningkatan pada kesehatan manusia.
Manfaat air putih dan manfaat kesehatan memang tidak dapat dipisahkan.

Ada sebuah faktor yang sangat penting dalam menentukan kwalitas air minum, yakni kandungan TDS (Total Dissolved Solids) atau kandungan unsur mineral dalam air. Contoh unsur mineral dalam air yaitu :
zatkapur, besi, timah, magnesium, tembaga, sodium, klorit, danklorin. Air minum yang mengandung mineral tinggi sangat tidak baik bagi kesehatan, sebab mineral dalam air tidak akan hilang dengan cara direbus.

Standard Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) untuk kemurnian air layak minum dibatasi dengan nilai TDS.
Nilai TDS maksimal adalah 40 ppm (part per million) saja.
Lebih dari itu sisanya tidaksanggup diuraikan daritubuh untuk di keluarkan.
Resikonya mengendap di organ vital sehingga dapat menimbulkan berbagai macam penyakit.

Untuk menjaga dan mengurai endapan di organ vital tersebut, diperlukan Air Minum BerTDS.0.00 - 0.39

Pembagian kategori air menurut total zat  padat yang terkandung di dalamnya (TDS) adalah:
> 100 ppm :bukan air minum
10 - 100 ppm: air minum
1 - 10 ppm : air murni
0 ppm : air organik
sumber : http://id.wikipedia.org/wiki/Air_minum

Untuk dapat membedakan air yang murni dan menyehatkan, kita bias melakukan test dengan menggunakan dua alat yg sebagai berikut :

1. Elektrolizer, untuk mengetahui : warna endapan yang terkandung dalam air minum.
Pengaruh Warna Endapan Terhadap Kesehatan
Hijau —> Cuprum, Oksida, Chlorin –> Penyakit ginjal, Sistem syaraf pusat, Kanker
Hitam —>Kalsium, magnesium —> Penyakit Batu ginjal, Kencing batu
Putih —> Alumunium, Arsen, Asbestos —>Penyakit hati, Sistem syaraf pusat, Kanker
Biru —> Alumunium, Sulfur, Phospat, Pestisida —> Penyakit hati, Ginjal dan kencing batu, Sistem syaraf
Jingga —> Besioksida —> Penyakit Gangguan air seni, Gangguan keseimbangan metabolisma

2. TDS meter : untuk mengetahui nilai
Total dissolved solids (TDS) (Jumlah Padatan (Logam) yang terlarut dalam Air)

Semakin tingginilai TDS, semakin banyak jumlah kandungan logam yang terlarut di dalam air yang ikut terminum tubuh.

Kedua alat tersebut bisa kita dapatkan dengan mudah, karena dijual bebas.

SekedarInfo :TDS = Total Disolved Solid (Jumlah Padatan (Logam Terlarut dalam Air), satuan ukurannya adalah ppm Air Murni hanya memiliki 3 ppm dari H2O (2 unsur Hidrogen dan 1 unsur Oxygen) semakin tinggi nilai TDS, semakinbanyak jumlah kandungan logam yg terlarut didalam air yg ikut terminum tubuh.

Manfaat Air Minumber TDS 0.00-0.03
1. Melarutkan endapan / Kristal yang ada dalam ginjal dan kantung kemih.
2. Membersihkan usus besar dan saluran darah dan racun kimia
3. Mengikis kerak-kerak (penyebab rheumatic, asam urat) pada persendiaan
4. Menambah asupan oksigen dalam darah karena air murni mengikat lebih banyak oksigen dari pada air minum biasa
5. Sebagai Investasi Kesehatan.

PH / Asam / Basa
pH adalah tingkat anasam basa suatu larutan yang diukur dengan skala 0 s/d 14 . Tinggi rendahnya pH air sangatdipengaruhi oleh kandungan mineral lain yang terdapat dalam air. pH air standar adalah 6,5 s/d 8,5 . Air dibawah 6,5 disebut asam, sedangkan diatas 8,5 disebut basa. pH yang normal untuk berbagai peggunaan seperti :
Air minum mineral antara 6,5 s/d 8,5
Air minum Reverse Osmosis/Demineral antara 5,0 s/d 7,5
Pengaruh pH terhadap air adalah sangat besar, jika pH air terlalu rendah akan berasa pahit /asam, sedangkan jika terlalu tinggi maka air akan berasa tidak enak (kental/licin).Untuk ikan hias pH yang terlalu rendah atau tinggi akan menyebabkan ikan tersebut mati.

pH Tubuh manusia adalah 7, banyak ahli Kesehatan mengatakan bahwa tubuh yang ber Alkali dapat mencegah berbagaimacam penyakit degeneratif, termasuk sel-sel kanker, yang dapat terbentuk dengan mudah dalamTubuh yang bersifatAsam.     
Sebab salah satu fungsi air adalah mendorong racun keluar dari dalam tubuh, sehingga Departemen Kesehatan merekomendasikanu ntuk pH air yang dikonsumsi adalah berkisarantara 6,5 – 8,5, Jika kita minum air dengan pH di bawah 6,5 itu adalah air yang sifatnya asam, dan hal itu adalah sangat kurang baik bagi tubuh kita. Beberapa gejala yang biasanya terjadi jika darah kita bersifat Asam, yaitu Gangguan pencernaan, mudah lelah, rasa sakit pada sendi.

Dijual air minum dengan system RO (Reverse Osmosis) (Pompa RO)
Dengan merk “AMR (Air MinumRahmah)”
Diproduksi dan Diproses dengan sangat ketat serta
Terjaga kesehatan juga kebersihannya,
Oleh :
“CV MUTIARA HATI” Alamat: Desa Kencana baru Kel Dalung Kec Cipocok Jaya Serang Banten
dengan Total dissolved solids (TDS) (Jumlah Padatan (Logam) yang terlarut dalam Air) 0.00 - 0.03 dan pH 7,4
Hanya Rp 15.000,-/ Galon

Kontak Kami


Nama             :  Akhmad Zaeni
Alamat           :
Link Keserangan
                        Rt 01 / 04 No 41
                        Keluraha Rawa Arum
                        Kecamatan Gerogol
                        Kota Cilegon - Banten
TLP / SMS       :
0859 2981 4938  /  0823 1275 6814
BBM                : 7CD9B3D6
FB                    : http://facebook.com/azaeni1
Email                : masyent@gmail.com
Rek Bank         : BRI 1496 01 000763 50 7
 

Rabu, 18 Maret 2015

Akuntansi



CARA BELAJAR AKUNTANSI DASAR
Hal yang harus diperhatikan dalam dalam memahami akuntansi

1. Memahami Definisi Akuntansi
akuntansi memiliki banyak arti, dan yang paling umum berarti suatu proses mencatat, mengklasifikasi, meringkas, mengolah dan menyajikan data, transaksi serta kejadian yang berhubungan dengan keuangan sehingga dapat digunakan oleh orang yang menggunakannya dengan mudah dimengerti untuk pengambilan suatu keputusan serta tujuan lainnya.

2. Menghapal Nama dan Nomor Akun
akuntansi terdiri dari akun-akun yang berbeda. akun dasar adalah (1)Harta, {2}Utang ,(3) Modal, (4)Pendapatan ,  serta (5) Beban
rumus dasarnya, Harta = Utang + Modal
Dan dari akun dasar itu terdapat akun-akun lain. jadi bila kalian ingin memahami nama akun, kalian bisa lihat dari nomor akunnya, akun yang termasuk harta adalah akun dari nomor 100-199, hutang dari nomor 201-299, Modal 301-399, pendapatan dari 401-499 dan beban dari 501-dst. hal itu bisa kalian lihat dari Trial Balance dibawah ini..




bisa kita lihat bahwa cash termasuk harta, karena nomor akun dari cash adalah 101, sedangkan sales yang merupakan pendapatan berada pada nomor 401.
tiap akun memiliki saldo awal yang berbeda..
HARTA = saldo normal di debit. berkurang di credit.
HUTANG = saldo normal di credit . berkurang di debit
MODAL = Saldo normal di credit. berkurang di debit
PENDAPATAN = Saldo normal di credit, berkurang di debit
BEBAN = Saldo normal di debit, berkurang di credit.

 namun dalam modal terdapat akun Prive, yaitu pengambilan pribadi bagi sang pemilik perusahaan. saldo normalnya seperti beban(bertambah di debit) , namun letaknya di akun modal. mengapa??
karena prive tidak berkaitan dengan pengeluaran perusahaan, namun pemakaian pribadi sehingga letaknya di modal.(lihat trial balance nomor 302)


3.MEMAHAMI ALUR SIKLUS AKUNTANSI
Gambar siklus akuntansi :



Dimulai dari bukti tansaksi, kita memcatatnya di JURNAL, lalu menggolongkannya di BUKU BESAR, Mengikhtisarkan di JURNAL PENYESUAIAN  dan membuat NERACA SALDO SETELAH DISESUAIKAN,  lalu melaporkannya dalam bentuk LAPORAN KEUANGAN yang dbagi 3 bagian seperti, Laporan rugi laba, laporan perubahan modal dan neraca.


4.MEMAHAMI RUMUS DALAM AKUNTANSI

rumus dasar akuntansi adalah  HARTA = HUTANG + MODAL
RUMUS DALAM AKUNTANSI DAGANG :
Penjualan Bersih = Penjualan – Potongan Penjualan – Retur Penjualan
 Pembelian Bersih = Pembelian + Beban Angkut Pembelian – Potongan Pembelian – Retur Pembelian
 Harga Pokok Penjualan = Pembelian Bersih + Persediaan Awal – Persediaan Akhir
 Laba Kotor = Penjualan Bersih – Harga Pokok Penjualan
 Laba Usaha = Laba Kotor – Beban Usaha
 Laba Bersih = Laba Usaha + Pendapatan Luar Usaha – Beban Luar Usaha
 Laba Bersih setelah Pajak = Laba Bersih – Pajak

RUMUS PENYUSUTAN 

A. Metode Garis Lurus (Straight Line Method)

            Besar penyusutan tiap tahun dapat dihitung dgn rumus:

            Besar Penyusutan = Harga Perolehan-Nilai Sisa

                                                    Umur Ekonomis

       B. Metode Saldo Menurun Ganda (Double Declining Method)

            Langkah2 Perhitungan:

            1. Tentukan Tarif penyusutan

            Tarif = 2 x (100%/UE)

           

            2. Besar Penyusutan = Tarif  x Nilai Buku

            Nilai Buku = Harga Perolehan – Akumulasi Penyusutan

C. Metode Jumlah Angka Tahun (Sum of the years Digits Method)

Langkah-langkah perhitungan:

1. Tentukan jumlah angka tahun (JAT)

            JAT = nx ((n+1)/2)

2. Tentukan besar penyusutan

            Besar Penyusutan = AT  x  (HP-NS)

                                            JAT

AT= Angka tahun / umur ekonomis
JAT = Jumlah angka Tahun
HP = Harga perolehan
NS = Nilai sisa/ residu

D. Metode Unit Produksi (Unit of Production Method)

Tentukan besar penyusutan = produksi nyata x (HP-NS) / kapasitas produksi

 5. MEMAHAMI ISTILAH AKUNTANSI

Istilah akuntansi sangat penting .