MENU BAR

Minggu, 14 September 2014

REGENERASI GIGI

sumber : milis balita-anda
drg. Gandung Perkasa A.
(artikel dari Harian Pikiran Rakyat, Bandung)

Gigi susu atau gigi sulung, yang oleh awam lebih dikenal sebagai ‘gigi anak-anak’, keberadaannya sering dianggap sepele dengan asumsi kalau ada apa-apa, toh masih ada penggantinya. Bahkan, orang tua sering mempunyai persepsi yang keliru, datang ke dokter gigi meminta gigi anaknya untuk segera dicabut karena kondisinya yang berantakan atau karies di banyak permukaan gigi.

Memang, gigi susu kelak pada saatnya akan diganti dengan gigi tetap. Namun, ini bukan berarti begitu ada kerusakan lalu satu-satunya alternatif harus dicabut. Gigi susu mempunyai ‘jatah waktu’ tertentu untuk tanggal sehingga keberadaannya harus dipertahankan sampai tiba saatnya untuk tanggal.

Meskipun kerusakannya sudah parah, dokter gigi masih akan berusaha mempertahankan. Bahkan, bila memungkinkan, akan dilakukan perawatan seperti aplikasi fluor ataupun penambalan. Bila dokter gigi tidak mengabulkan permintaan orang tua untuk mencabut gigi anaknya meskipun kondisinya dianggap sudah sedemikian parah, itu karena memang ada pertimbangan tertentu sehingga belum diindikasikan untuk dicabut.

FUNGSI ISTIMEWA
Gigi susu mempunya fungsi istimewa yang tidak dimiliki gigi tetap. Sama halnya dengan gigi tetap, gigi susu secara umum berfungsi membantu proses pencernaan, pengucapan, dan estetika.
Di samping itu, fungsi istimewa yang tidak dimiliki oleh gigi tetap adalah sebagai petunjuk gigi tetap agar kelak tumbuh (erupsi) pada tempatnya dan menjaga pertumbuhan lengkung rahang.
Bila gigi susu tanggal sebelum saatnya, baik karena karies ataupun dicabut, gigi tetap yang akan tumbuh tidak mempunya petunjuk sehingga sering salah arah dan rahang yang ditinggal gigi susu jauh sebelum saatnya. Ini akan mengalami penyempitan sehingga tidak cukup untuk menampung semua gigi dalam susunan yang teratur. Akibatnya, susunan gigi-geligi menjadi crowded (tidak beraturan).

PERIODE PERTUMBUHAN GIGI
Orang tua yang mengetahui periode pertumbuhan gigi-geligi – baik gigi susu maupun gigi tetap – akan sangat membantu. Bukan hanya dalam segi perawatan dalam menjaga kebersihannya, tetapi juga mencegah agar anak-anak tidak melakukan kebiasaan buruk, mis. mengisap jempol yang bisa mengakibatkan gigi depan maju (tonggos), menggigit pensil atau benda lain yang bisa mengikis email atau timbulnya celah gigi (distema).

Gigi susu yang tumbuh pertama kali adalah gigi seri tengah rahang bawah. Biasanya tumbuh saat bayi berusia sekitar enam bulan. Hal ini sering ditandai dengan gejala bayi sering rewel, bahkan badannya disertai panas. Gusinya terasa gatal sehingga ingin menggigit setiap benda yang dipegang. Untuk mengatasinya, bayi tsb. bisa diberi mainan yang lunak dan dijauhkan dari benda-benda yang membahayakan keselamatannya.

Gigi susu diharapkan sudah tumbuh lengkap saat anak berusia dua tahun.
Kadang-kadang, ada bayi yang usianya belum genap enam bulan giginya sudah mulai tumbuh, sedangkan yang lain sudah menginjak satu tahun giginya belum tumbuh sama sekali. Kondisi ini tidak perlu dirisaukan karena ada pengaruh beberapa faktor, mis., nutrisi, hormonal, ataupun keturunan.

Gigi susu bila tumbuh lengkap berjumlah dua puluh gigi yang macamnya terdiri dari gigi seri, taring, dan geraham. Gigi geraham pada gigi susu hanya satu macam, sedangkan pada gigi tetap terdapat dua macam sehingga dibedakan menjadi ‘gigi geraham besar’ (GGB) dan ‘gigi geraham kecil’ (GGK).

Gigi tetap bila tumbuh semua (termasuk gigi bungsu/geraham ketiga/terakhir) berjumlah 32 gigi. Jumlah yang lebih besar ini disebabkan pada gigi tetap dijumpai GGK dan gigi geraham besar ketiga (gigi bungsu).
Saat gigi susu tanggal, biasanya bersamaan dengan saat gigi tetap tumbuh, tetapi ada pengecualian pada GGB.

Patut digarisbawahi bahwa GGB pertama mulai tumbuh pada umur enam sampai tujuh tahun. GGB ini bukan gigi pengganti. Artinya, gigi ini langsung muncul pada deretan di belakang gigi-gigi susu, baik pada rahang atas maupun rahang bawah. Jadi, gigi ini (dan juga GGB lainnya) tumbuh tidak menggantikan gigi susu, sedangkan gigi lainnya (GGK, taring, dan seri) akan tumbuh menggantikan gigi pendahulunya (gigi susu).

Banyak kasus menunjukkan bahwa orang tua sering kecolongan karena tidak mengetahui gigi putra-putrinya sudah rusak parah. Padahal, gigi ybs. merupakan gigi tetap. Selain itu, letak gigi-geligi secara keseluruhan tidak beraturan sehingga mengganggu bukan hanya secara estetika tetapi juga fungsinya.

Sebagai patokan utama, ketika anak mulai masuk TK, anak perlu lebih diperhatikan secara intensif. Usia 5,5 – 11 tahun adalah periode gigi campur.
Gigi kelihatan tidak beraturan karena berada pada masa peralihan saat tanggalnya gigi susu dan saat tumbuhnya gigi tetap. Usia ini dianggap rawan dan penentu. Kelainan gigi-geligi bisa terdeteksi saat ini yang juga merupakan saat yang tepat untuk mengoreksinya.
Sesungguhnya, hal ini tidak perlu dikhawatirkan sejauh rahang cukup menampung semua gigi yang tumbuh. Bila ada gigi yang ‘nakal’ tumbuhnya, biasanya masih bisa ditangani tanpa perlu bantuan alat. Si anak dianjurkan untuk mengembalikan posisi gigi ke posisi gigi semula dengan bantuan
lidahnya.
Namun bila posisi gigi mengganggu sedemikian rupa, baik untuk fungsi maupun estetika secara ‘serius’, inilah saat yang tepat untuk mengaturnya dengan perawatan pengawatan (orthodonti). Seusia anak-anak masih memungkinkan untuk dilakukan perawatan secara maksimal mengingat tulang anak-anak masih dalam periode pertumbuhan sehingga masih bisa dibentuk dan diarahkan. Dengan demikian, kemungkinan keberhasilannya lebih besar.

KAPAN MESTI DICABUT?
Anak-anak belum mampu merawat gigi-geliginya secara maksimal dan tentunya peran orang tua sangat menentukan. Begitu gigi susu menunjukkan gejala mulai tumbuh, saat itu juga harus mulai diperhatikan.
Ketika gigi susu telah tumbuh dan sementara si anak masih minum ASI ataupun susu botol, jangan lupa untuk membersihkan giginya dengan cara mengusapnya dengan kain atau tisu yang telah dibasahi air ketika dia akan tidur. Email gigi susu lebih tipis dibandingkan gigi tetap karena itu tidak mengherankan bila gigi anak-anak sangat mudah mengalami karies. Apabila membiarkan mereka tertidur dalam keadaan rongga mulut terdapat sisa-sisa susu atau makanan, hal ini akan ikut memperparah keadaan.

Anak-anak harus dibiasakan menyikat giginya secara benar dan teratur sejak dini. Selain itu, akan sangat bijaksana jika mulai mengenalkannya dengan dokter gigi meskipun tidak mengalami kerusakan atau kelainan apa-apa. Bahkan, kedatangannya pertama kali tidak diapa-apakan, suasana
keramahtamahan akan membuatnya bersahabat dengan dokter gigi, dan segala pernak-perniknya’. Hal ini akan membuat sia anak merasa ‘nyaman’ sehingga kelak tidak mengalami kesulitan bila harus melakukan perawatan. Kesan trauma bisa timbul bila anak dibawa ke dokter gigi dalam kondisi ‘kesakitan’ serta dipaksa melakukan perawatan yang justru akan membuatnya kapok.

Gigi susu harus dicabut bila sudah terjadi resorbsi akar gigi susu oleh gigi tetap di bawahnya yang akan tumbuh. Biasanya ditandai dengan kegoyahan gigi. Pencabutan akan memberi kesempatan gigi tetap tsb. tumbuh dengan leluasa.
Namun, meskipun gigi susu belum goyah sama sekali bahkan masih kuat tertanam, sementara gigi tetap telah terlihat mulai tumbuh, gigi susu tsb. juga harus segera dicabut. Kondisi seperti ini disebut presistensi (kesundulan). Keterlambatan pencabutan mengakibatkan gigi akan tetap terhambat pertumbuhannya. Sama halnya dengan pencabutan yang belum saatnya, kondisi ini juga bisa mengakibatkan gigi-geligi susunannya tidak beraturan.
Sering dijumpai, gigi taring tetap atas seseorang, tumbuh tidak pada tempatnya (gingsul). Kondisi ini kadang bisa mempermanis penampilan seseorang. Namun, bila letaknya sedemikian rupa sehingga mengganggu penampilan, hal ini akan menimbulkan rasa risih.

Beberapa kasus menunjukkan bahwa hal tsb. ternyata diakibatkan ybs. masih menyimpan gigi taring-gigi susu di bawahnya. Hal ini bisa terjadi karena bagi orang awam kadang tidak bisa membedakan secara pasti antara gigi susu dan gigi tetap karena tidak mengalami kegoyahan dan dianggap gigi tetap sehingga ‘disimpan’ lalu menghalangi gigi taring yang akan tumbuh. Dengan
demikian, akan sangat membantu bila orang tua bisa membedakan gigi susu dengan gigi tetap. Secara sepintas, gigi susu bisa dibedakan dengan gigi tetap karena warnanya lebih putih, bentuknya lebih kecil, dan permukaannya cenderung menguncup.




Pentingnya Menjaga Kesehatan Gigi Anak (1) 
Penulis : Dr. Handrawan Nadesul*
Gigi yang terawat sejak dini, ikut menentukan kesehatan gigi saat ini maupun di kemudian hari.  Tak cukup hanya mewarisi benih gigi kuat kalau perawatannya tidak diperhatikan. Maka menjaga kesehatan gigi-geligi anak, sejak kecil, amatlah penting. Bahkan semenjak masih gigi susu. Bagaimana caranya, mari kita bahas di sini.
TIDAK sedikit anak yang susunan geliginya tidak beraturan hanya karena waktu kecil pemeliharaan gigi susunya terabaikan. Setelah remaja baru disesali karena susunan gigi serinya juga tidak beraturan. Mengapa?
Rawat gigi susu
Gigi susu anak, yang umumnya gigi perdana muncul ketika anak berumur 6 bulan, tanggal sebelum waktunya. Kita tahu bahwa semua gigi susu muncul (erupsi) dan waktu kapan tanggalnya, masing-masing ada waktunya. Paling awal gigi seri bawah, dan paling akhir gigi susu geraham.
Gigi susu mana pun, yang sudah muncul, perlu dipelihara agar tidak rusak, keropos, dan tanggal sebelum waktunya. Kerusakan gigi, termasuk gigi susu, umumnya karena kebersihan gigi kurang terjaga. Terlebih kalau anak sudah mulai diberi makanan padat.
Musuh utama gigi terdapat pada jenis menu bertepung, yang tidak bisa segera terlarut oleh air liur. Nasi, roti, mie, ubi, sagu, jagung, biskuit, wafer, pisang, kerupuk dan semua yang serba manis mengandung karbohidrat.
Gigi terancam rusak bila permukaan gigi tidak bersih. Maka membersihkan gigi, terutama dari sisa makanan harus dilakukan segera setelah makan. Sejak dini perlu dibiasakan membersihkan gigi si Kecil dengan kapas yang dibasahi air masak.
Sisa makanan bertepung (karbohidrat) penyebab awal kerusakan gigi. Mengapa?
Gigi keropos dan gigi susu tanggal awal
Sisa makanan karbohidrat yang bercampur dengan kuman di rongga mulut terpecah oleh air liur secara bio-kimiawi, membentuk senyawa asam dan berisiko merusak gigi. Senyawa ini bila melekat pada permukaan gigi akan mengeroposkan lapisan terkuat gigi, email (enamel), sekalipun email permukaan gigi itu sekeras porselin.
Sebab itu anak jangan terbiasa ‘ngemut’ makanan misal permen, kembang gula, coklat, maupun makanan lain termasuk ‘ngemut’ nasi dan makanan pokok lainnya kala makan. Kebiasaan ngemut sering menjadi penyebab gigi rusak.
Orang tua hendaklah melatih anak terampil makan dengan mengunyah dan menelan setelah makanan lumat. Tak cukup itu, membersihkan mulut & gigi setelah makan juga harus dibiasakan, termasuk setelah makan permen, coklat, kembang gula, bahkan es krim. Untuk makanan yang dapat segera larut dengan air liur (tidak menyangkut di sela gigi) misal es krim atau permen, paling tidak segera beri minum dan kumur-kumur dengan air matang. Diharapkan sisa gula yang melekat di permukaan gigi, akan terhanyutkan.
Air liur dapat membantu menjaga kesebersihan mulut dan gigi, namun butuh waktu sekira 3 jam. Dengan kata lain tidak memberi anak makanan bertepung dan gula sebelum lewat tiga jam, setelah makan manis dan bertepung. Itupun tetap harus membersihkan mulut dan  giginya segera setelah makan atau minum manis atau makan permen. Jika tak ingin gigi anak keropos.
Bila gigi bila tak segera ditambal oleh dokter gigi semakin memperbesar keroposnya. Lebih-lebih jika keropos itu menembus bagian pulpa tempat pembuluh darah, saraf, dan getah bening gigi berada, maka kerusakan gigi sudah pada titik terparahnya. Ujung-ujungnya terjadi infeksi, karena gigi sudah terbuka dengan rongga mulut, tempat berbagai jenis kuman berada.
Infeksi pada pulpa gigi yang menjalar ke akar gigi, dan akhirnya gusi pun terinfeksi juga. Gusi membangkak berisi nanah. Pada tahap kerusakan ini pengobatannya jauh lebih pelik, perlu perawatan gigi khusus dan berkali-kali. Maka penting melakukan check up gigi sedikitnya satu kali setahun. Agar bila ada titik bolong sekecil apa pun, bisa langsung ditambal. Membiarkan bolong sekecil apa pun pada gigi, lama-kelamaan akan menjadi bolong besar juga, awal pengeroposan gigi.
Bila bolong, keropos, dan infeksi juga dialami gigi susu, dan tidak dilakukan perawatan memadai, maka gigi akan tanggal. Gigi tanggal sebelum waktunya, karena mestinya setiap gigi susu ada umurnya. Gigi tetap bagian seri baru akan muncul pada umur 7 tahun. Maka gigi seri susu harus dipertahankan sampai umur itu. Kalau tidak, itu yang menjadi musabab kedudukan gigi seri tetap nantinya tidak beraturan.
Bila gigi susu tanggal sebelum waktunya, gigi tetap yang akan menggantikannya kehilangan arah untuk bertumbuh keluar (erupsi). Arah munculnya gigi tetap belum tentu sama lurusnya dengan gigi susu yang akan digantikannya, maka susunan gigi seri tak indah dipandang.
Jika sakit gigi ini terjadi pada anak hingga tak bisa makan, ini akan menghambat penyembuhan juga pertumbuhannya.
 

Rabu, 10 September 2014

MA'RIFATUNNAS



Asal muasal manusia
Asalnya Bukan apa apa Qs 76 : 1
Sebelumnya tidak ada Qs 19 : 67
Dicipta Dari tanah kering Qs 55 : 14
Dicipta Dari lumpur hitam Qs 15 : 28
Dicipta Dari tanah Qs 32 : 7,8,9
Penciptaan Nabi Adam Qs 3 : 59
Dicipta untuk beribadah/mengabdi kepada Alloh swt Qs 51 : 56 



MENGENAL JATI DIRI DALAM ISLAM
Sejauh mana kita mengenal diri kita. Apakah selama ini kita menjalani kehidupan tanpa mengenal diri kita, tidak tahu apa tugas kita, dan tidak tahu kemana tujuan kita. Betapa penting mengenal diri sendiri sebelum kita mengenal arti kehidupan yang lain. Sulit bagi orang yang tidak memahami dirinya untuk menggapai hidup dalam ketenangan dan kesejahteraan.
Bagaimana konsep jati diri kita, apakah sudah benar ataukah salah? Jika salah maka itu sangat berbahaya bagi diri kita. Maka dari itu penting dalam penulisan pada lembaran pertama saya ini mengenai Jati Diri. Sejauhmana kita mengenal diri ini. Begitu banyak konsep-konsep jati diri menurut para pakar pengembangan diri. Namun sebagai muslim yang baik kita kembalikan pertanyaan, dan persoalan hidup ini kepada Al-Qur’an karena di sanalah kita akan menemukan konsep jati diri yang sebenarnya menurut Islam.

1.     Apa Itu Jati Diri.
Secara umum dalam mengenal jati diri selalu dikaitkan oleh 3 pertanyaan seperti ini :
A.   Siapa aku ?
B.   Dari mana aku ?
C.   Dan aku mau kemana ?
Pertanyaan di atas adalah pertanyaan yang simple namun, tidak semua orang mampu menjawabnya. Karena membutuhkan pemikiran yang sangat mendalam agar tidak salah dalam memahami dan mengenal diri ini.

2.     Apakah kita boleh mengabaikan Jati Diri.
Tidak, kita tidak boleh mengabaikan siapa diri kita sebenarnya. Karena sesungguhnya setelah kita mengenal diri kita maka kita akan mengetahui makna dan tujuan hidup kita di dunia. Mereka yang mengabaikan masalah jati diri adalah orang-orang yang tidak memiliki keberanian untuk memahami hidupnya. Maka jadilah mereka orang-orang yang labil, ikut-ikutan, dan berjalan tanpa arah.
Mereka berkata “Jalani saja hidup ini”. Maukah kalian menjalani kehidupan ini tanpa arah dan tujuan? Yang nantinya berakhir dengan kesedihan. Saya pribadi tidak mau. Saya ingin hidup saya ini bisa sejahtera, dan berakhir dengan senyuman indah. Maka kita harus tahu dan harus menemukan jati diri kita agar kita tahu arah tujuan hidup kita.

3.     Dimana kita bisa menemukan Jati Diri.
Jati diri selalu di identikkan dengan bakat, potensi dan keunikan yang ada dalam diri kita. Tidak ada yang salah dalam opini tersebut, karena opini tersebut berguna untuk mengetahui potensi kerja kita di mata masyarakat. Pengenalan diri kita kepada masyarakat. Karena notabene manusia diciptakan dengan keunikan, bakat dan potensi masing-masing. Namun ada hal yang lebih utama dari keotentikan diri seperti bakat, potensi dan keunikan. Dan mereka yang telah menemukan bakat, potensi dan keunikan itu bahkan belum menemukan jati diri mereka sesungguhnya. Tak jarang banyak mereka yang sukses dalam hidup namun masih merasa tak puas dalam menjalani hidup, tak tenang, tak tenram dan tak bahagia.

Hanya Allah yang tahu siapa kita, untuk apa kita ada, dan mau kemana kita. Karena Allah yang menciptakan kita. Dan kita sering tak sadar dalam mencari konsep jati diri sesungguhnya sebagai manusia, selain hanya mengejar kesuksesan di dunia ini. Mari kita mulai mengenal jati diri yang sesungguhnya.

A. Siapa aku ?
Manusia adalah makhluk yang diciptakan Allah dari saripati tanah yang di beri potensi hati, akal dan jasad. Sehingga Allah menetapkan manusia sebagai makhluk tertinggi kedudukannya di antara makhluk lainnya, karena kita memiliki potesi tersebut. Dalam Al-Qur’an Allah berfirman : As-Sajdah Ayat :7

Yang membuat segala sesuatu yang Dia ciptakan sebaik-baiknya dan Yang memulai penciptaan manusia dari tanah.

As-Sajdah Ayat : 8
Kemudian Dia menjadikan keturunannya dari saripati air yang hina.

As-Sajdah Ayat : 9
Kemudian Dia menyempurnakan dan meniupkan ke dalamnya roh (ciptaan)-Nya dan Dia menjadikan bagi kamu pendengaran, penglihatan dan hati; (tetapi) kamu sedikit sekali bersyukur.

Jadi terjawab sudah pertanyaan pertama, Aku adalah manusia yang diciptakan Allah dari sebaik-baiknya ciptaan melaui permulaannya dari saripati tanah, yang kemudian menjadikan keturunan ku dari saripati air hina, kemudian ditiupkan roh kedalam jasad, dibuatnya kita mendengar, melihat dan merasakan melalui hati.
Jika kita mengenal siapa kita, maka kita akan bersyukur atas penciptaan kita kepada Allah. Namun sayang kebanyakan kita lupa hingga sedikit sekali kita bersyukur atas perlakuan Allah kepada kita. Kita adalah Manusia yang di ciptakan Allah dari air hina dan di beri potensi yang sangat luar biasa hingga kita derajatnya lebih tinggi di bandingkan makhluk ciptaan Allah lainnya. Alhamdulillah.

B. Untuk apa aku ada ?
Manusia diciptakan memiliki dua tujuan dari Allah yaitu Sebagai Khalifah di muka bumi dan Beribadah kepada Allah SWT. Tak ada tujuan lain, semua aktifitas kehidupan kita sebagai manusia harus berlandaskan 2 tujuan yang di berikan Allah tersebut. Dalam segala hal, baik dari segi pekerjaan, bergaul, dan segala macamnya harus berlandaskan 2 tujuan tersebut. Maka dari itu kita diberikan Allah Akal, Hati dan Jasad agar mampu memikul beban dari ke 2 tujuan tersebut agar berjalan dengan baik.

Seperti Firman Allah SWT : Adz-Dzaariyat Ayat : 56
Dan aku tidak menciptakan jin dan manusia melainkan supaya mereka mengabdi kepada-Ku.
 
Al-Baqarah Ayat : 30
Ingatlah ketika Tuhanmu berfirman kepada para Malaikat: "Sesungguhnya Aku hendak menjadikan seorang khalifah di muka bumi." Mereka berkata: "Mengapa Engkau hendak menjadikan (khalifah) di bumi itu orang yang akan membuat kerusakan padanya dan menumpahkan darah, padahal kami senantiasa bertasbih dengan memuji Engkau dan mensucikan Engkau?" Tuhan berfirman: "Sesungguhnya Aku mengetahui apa yang tidak kamu ketahui."

Jadi aku ada sebagai khalifah dan beribadah kepada Allah SWT.

C. Dan mau kemana aku ?
Bukan hanya sebagai orang yang tak sukses menjadi orang yang sukses, bukan hanya dari miskin menjadi kaya. tetapi tujuan kita sebagai makhluk ciptaan Allah adalah Kampung Akhirat, yang hanya ada 2 pilihan Syurga atau Neraka.
Kesuksesan, kekayaan, banyak anak, dan mempunyai istri/suami yang cantik/ganteng hanyalah hiasan-hisan dunia yang semu dan akan kita tinggalkan. Karena sesungguhnya kita ini adalah makhluk kampung akhirat. Disanalah rumah kita sesungguhnya, di syurga atau neraka. Sekarang pilihan berada di tangan kita, kita mau memilih yang mana ? dan pasti sebagian banyak manusia memilih Syurga toh ?. untuk menggapai syurga itulah Allah memberika hukum-hukumnya di dalam Al-Quran. Mau kita taati atau malah kita ingkari. Bila kita taati maka syurga adalah rumah kita. Bila kita ingkari maka nerakalah rumah kita (Tujuan kita).
Adapun Firman Allah dalam meluruskan tujuan perjalanan kita di bumi adalah sebagai berikut : As-Sajdah Ayat : 19

Adapun orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal saleh, maka bagi mereka jannah tempat kediaman, sebagai pahala terhadap apa yang mereka kerjakan.

As-Sajdah Ayat : 20
Dan adapun orang-orang yang fasik (kafir) maka tempat mereka adalah jahannam. Setiap kali mereka hendak keluar daripadanya, mereka dikembalikan ke dalamnya dan dikatakan kepada mereka: "Rasakanlah siksa neraka yang dahulu kamu mendustakannya."

Akhirnya kita pun tahu Siapa kita ? Dari mana kita ? dan Mau kemana Kita ? yang sesungguhnya. Bahwa kita adalah manusia yang berasal dari saripati air hina, di ciptakan sebagai khalifah dimuka bumi untuk beribadah kepada Allah, agar mendapatkan kesenangan yang abadi di Syurga nan Indah di kampung akhirat.
Bila kita mengetahui konsep Jatidiri menurut islam ini maka kita akan menjalani kehidupan ini dengan tenang dan tawakal kepada Allah. Bahwa apa yang telah kita dapat, apa yang telah kita lakukan adalah untuk membantu sesama dan beribadah kepada Allah demi mencapi tujuan syurga. Dan bila kita mengenali dari apa kita di ciptakan maka kita akan menjadi manusia yang tak berjalan dengan kesombongan di muka bumi dan senantiasa kita menjadi hambanya yang benar2 bersyukur karena telah menjadi salah satu makhluk yang sempurna di bandingkan makhluk Allah lainnya. Jazzakallah
 

Senin, 08 September 2014

NOMOR AWAL OPERATOR

Kita sebaiknya tahu operator mana sebuah kartu berasal dengan mengetahui 4 digit awalan kartu tersebut.
Ini dia beberapa nomer awalan kartu dari berbagai operator :
  • Telkomsel
    • 0811
    • 0812
    • 0813
    • 0852
    • 0853
    • 0821
    • 0822
    • 0823
  • Indosat
    • 0814
    • 0815
    • 0816
    • 0855
    • 0856
    • 0857
    • 0858
  • XL
    • 0817
    • 0818
    • 0819
    • 0859
    • 0877
    • 0878
  • AXIS
    • 0831
    • 0832
    • 0838
  • 3/ Three
    • 0896
    • 0897
    • 0898
    • 0899
  • Fren
    • 0888
    • 0889
  • Smart
    • 0881
    • 0882
    • 0883
    • 0884
    • 0885
    • 0886
    • 0887
  • Mobile-8
    • 0887
    • 0888
  • Sampoerna Telekom
    • 0828
  • BYRU Satelit dan PASTI Satelit
    • 0868
  • NTS 3G Prabayar & Pascabayar
    • 0838
  • Lippo Telecom Prabayar & Pascabayar (Area Jatim)
    • 08315
  • Sampoerna Telekom Ceria (Prabayar & Pascabayar)
    • 0828

IMAN KEPADA KITAB ALLOH SWT



Kita mengimani bahwa Allah  telah menurunkan kitab
kepada para rasul, karena Allah  telah berfirman: “Sungguh, Kami telah mengutus rasul-rasul kami dengan membawa bukti-bukti yang nyata dan telah Kami turunkan kepada mereka Al-Kitab dan neraca (keadilan) agar manusia melaksanakan keadilan.”
Qs 57 (Surah Al-Hadid: 25)
Dari kitab-kitab yang kita kenal adalah:
1. Taurat, yang diturunkan Allah  kepada Nabi Musa .
Merupakan kitab terpenting bagi Bani Israil. Firman Allah: “Sesungguhnya Kami telah menurunkan kitab Taurat yang berisi tentang petunjuk dan nur, dengan kitab itu diputuskan perkara orang-orang Yahudi oleh nabinabi yang berserah diri (kepada Allah), oleh orangorang ‘alim dan pendeta-pendeta meraka, disebabkan mereka telah diperintahkan untuk memelihara kitab Allah dan mereka menjadi saksi atasnya…” (Surah Al-Ma’idah: 44)
2. Injil, diturunkan Allah  kepada Nabi Isa , sebagai
pembenar dan pelengkap Taurat. Firman Allah : “…Dan Kami telah memberikan kepadanya (Isa) Injil yang berisi petunjuk dan nur, dan sebagai pembenar kitab yang sebelumnya yaitu Taurat, serta sebagai petunjuk dan pengajaran bagi orang-orang yang bertaqwa.” (Surah Al-Ma’idah: 46) “Dan (aku datang kepadamu) membenarkan Taurat yang datang sebelumku, dan untuk menghalalkan bagimu sebagian yang telah diharamkan bagimu…” (Surah Al-Imran: 50)
3. Zabur, kitab yang diberikan Allah  kepada Nabi Daud Qs 4 : 163, Qs 17 : 55
4. Shuhuf (lembaran-lembaran) yang diturunkan kepada Qs 4 : 163
Nabi Ibrahim dan Musa
5. Al-Qur’an Al-Azhim, kitab yang diturunkan Allah kepada
Nabi Muhammad, penutup para nabi. Firman Allah: “Bulan Ramadhan yang diturunkan padanya (permulaan) Al-Qur’an sebagai petunjuk bagi umat manusia
dan penjelasan-penjelasan mengenai petunjuk itu dan pembeda antara yang haq dan yang batil…” (Surah Al-Baqarah: 185)
“Dan Kami telah turunkan kepadamu kitab (Al-Qur’an) ini dengan membawa kebenaran, membenarkan kitab-kitab yang sebelumnya dan menjadi saksi atasnya..” (Surah Al-Ma’idah: 48)
Maka dengan diturunkannya Al-Qur’an, Allah mencabut keberlakuan hukum kitab-kitab yang sebelumnya dan menjamin untuk memeliharanya dari tindakan jahat orang-orang yang mau merusaknya serta orang-orang yang ingin merubahnya, karena Al-Qur’an akan tetap lestari menjadi bukti yang nyata bagi seluruh makhluk sampai datang hariKiamat nanti. Firman Allah: “Sesungguhnya Kami telah menurunkan Adz-Dzikir (Al-Qur’an) dan sesungguhnya Kami benar-benar memeliharanya.” (Surah Al-Hijr: 9)
Adapun kitab-kitab yang terdahulu sifatnya adalah sementara,berakhir dengan turunnya kitab lain yang menghapuskan masa keberlakuan hukumnya serta menerangkan penyelewengan dan perubahan yang telah terjadi padanya.Untuk itu maka kitab-kitab tersebut tidak mendapatkan jaminan perlindungan dari Allah sehingga mengalami perubahan,penambahan dan pengurangan, sebagaimana dinyatakan dalam firman Allah: “Yaitu orang-orang Yahudi, mereka mengubah kalimat-kalimat (Allah dalam Taurat) dari tempat-tempat yang sebenarnya…” (Surah An-Nisa’: 46)
“Maka amat celakalah bagi orang-orang yang menulis Al-Kitab (Taurat) dengan tangan mereka sendiri, kemudian mereka berkata: ‘Ini berasal dari Allah’ (dengan maksud) untuk mendapatkan keuntungan yang sedikit dari perbuatan itu. Maka amat celakalah bagi mereka, karena apa yang ditulis oleh tangan mereka, dan amat celaka pula bagi mereka, akibat apa yang mereka kerjakan.” (Surah Al-Baqarah: 79)
“…Katakanlah: ‘Siapakah yang menurunkan Kitab (Taurat) yang dibawa oleh Musa sebagai cahaya dan petunjuk bagi manusia? Kamu jadikan kitab itu lembaran-lembaran kertas yang cerai-berai. Kamu perlihatkan (sebagian)nya dan kamu sembunyikan se bagian besarnya…” (Surah Al-An’am: 91
 “Sesungguhnya, di antara mereka ada segolonganyang memutar-mutar lidahnya dalam membaca Al-Kitab, supaya kamu menyangka yang dibacanya itusebagian dari Al-Kitab, padahal ia bukanlah dari Al-Kitab dan mereka mengatakan: ‘Ia (yang dibacanyaitu datang) dari sisi Allah’, padahal ia bukan dari sisi Allah. Mereka berkata dusta terhadap Allah, sedang mereka mengetahui. Tidak patut bagi seorang  manusia yang Allah berikan kepadanya Al-Kitab, hikmah dan kenabian, lalu ia berkata kepada manusia: ‘Jadilah kamu penyembahku, bukan penyembah Allah…” (Surah Al-Imran: 78-79
“Hai Ahli Kitab! Sungguh telah datang kepadamu rasul Kami, menjelaskan kepadamu banyak (hal) yang telah kamu sembunyikan dari Al-Kitab dan membiarkan banyak (hal) yang lain. Sungguh telah datang kepadamu dari Allah cahaya dan kitab yang menerangkan  (Al-Qur’an). Dengan kitab itu Allah menunjuki siapa yang mengikuti keridhaan-Nya kepada jalan keselamatan dan mengeluarkannya dari gelap gulita kepada cahaya yang terang benderang dengan seizin-Nya serta menunjukinya kepada jalan yang lurus (agama Islam). Sungguh, telah kafirlah orangorang yang berkata: ‘Sesungguhnya Allah itu ialah Al Masih putera Maryam.” Katakanlah: ‘Maka siapakah gerangan yang dapat menghalang-halangi kehendak Allah, jika Dia hendak membinasakan Al-Masih putera Maryam beserta ibunya dan siapa saja yang ada di bumi ini semuanya? Hanya kepunyaan Allah kerajaan langit dan bumi dan apa yang ada di antara keduanya. Dia menciptakan apa yang dikehendaki-Nya. Dan Allah Maha Kuasa atas segala sesuatu.” (Surah Al-Ma’idah: 15-17)

333333333333333333333333333333333333333333333333333333333333333333333333333333



MENGENAL AL QURAN
Muqoddimah
          Perintah belajar Al-Qur’an. Q.S. 4/82, 47/24.
          Belajar Al-Qur’an tidak susah ( mudah ).         Q.S. 7/2-3, 20/1-2.
          Bacalah kitabmu Q.S. 17/41.
Pengertian
          Secara bahasa  
                Rosman (tulisan) yaitu wahyu Allah yang terdiri dari rangkaian huruf-huruf berbahasa arab yang berbentuk mushaf. Q.S. 12/2
          Istilah Syar’i : Petunjuk bagi seluruh manusia dan penjelas atas petunjuk itu sendiri dan sebagai Furqon. Q.S.2/185.
          Istilah Ma’ani : yaitu ayat-ayat yang nyata di dalam dada orang-orang yang berilmu. Q.S.29/49
Nama-nama Al-Qur’an dan fungsinya
          Al-Huda                 : Petunjuk Q.S.2/2, 2/185.
          Al-Furqon              : Pembeda antara yang haq dan yang batil. Q.S.25/1.
          Al-Hukmu              : Peraturan, undang-undang. Q.S. 13/37.
          Adz-Dzikru            : Peringatan. Q.S.15/9.
          Ar-Ruh                  : yang menghidupkan hati. Q.S.42/51-52.
          Al-Bayan              : Penjelas. Q.S.2/185.
          Mau’izhoh, Syifa, Huda dan Rahmat : Q.S.10/57.
          Busyro (Tabsyir), At-Tibyan Q.S.16/89.
          Al-Balagh & Tandzir Q.S. 14/52.
          Al-Mubarok         : Penuh dengan berkah. Q.S.38/29.
          Al-Haq                 : Kebenaran. Q.S. 22/54.
          Al-Mizan             : Neraca keadilan, timbangan. Q.S.42/17.
Mu’jizat Al-Qur’an
          Sebaik-baiknya Hadits. Q.S. 39/23.
          Sebaik-baiknya Qoul. Q.S.41/33.
          Sebaik-baiknya Tafsir. Q.S. 25/33.
          Sebaik-baiknya Ta’wil. Q.S. 4/59.
          Sebaik-baiknya Kisah. Q.S.12/3.
Sikap orang beriman terhadap Al-Qur’an
          Q.S.2/121 : Membacanya dengan bacaan yang sebenarnya dan tidak ingkar.
          Q.S.8/2 : Bertambah imannya.
          Q.S.17/107 : Bertambah tunduk (sujud).
          Q.S.32/15 : Tidak Sombong..
          Q.S.16/36 : Merasa senang dan gembira.
          Q.S.28/86-87 : Merasa sebagai rahmat yang sangat besar.
          Q.S.29/51: Merasa cukup kepada Al-Qur’an sebagai rahmat dan pelajaran
Sikap orang kafir terhadap Al-Qur’an
          Tidak mau mendengar dan berbuat gaduh. Q.S. 41/26
          Sombong tidak mau tunduk. Q.S.84/21
          Tidak percaya. Q.S.8/32
          Ragu-ragu. Q.S.22/55
          Menganggap sebagai cerita bohong (dongeng ) & melarang orang lain mendengarkan. Q.S.6/25-26
          Minta di ganti dengan yang lain. Q.S.10/15.
          Berpaling dan berkata keji terhadapnya. Q.S.23/64-67.
          Diacuhkan. Q.S. 25/30.
          Ingkar. Q.S.29/47.
          Mendustakan. Q.S.78/28.
          Membantah. Q.S.18/56.
          Lari dari Al-Qur’an. Q.S.17/41.
          Menyelewengkan ayat. Q.S.3/78
Sikap manusia terhadap Alqur’an
          Wajib melaksanakan hukum-hukum Al-Qur’an. Q.S.28/85.
          Membacakannya. Q.S.29/45.
          Menjadikannya suatu kemulian dan akan di mintai pertanggung jawabannya. Q.S.34/44.
          Tidak di pandang beragama sebelum menegakkan Al-Qur’an. Q.S.5/68
Akibat orang yang berpaling dari Al-Qur’an
          Q.S.43/36            Akan di berikan syetan sebagai teman setia.
          Q.S.20/99-100    : Memikul dosa yang sangat besar.
          Q.S.20/124-127  :Mempunyai kehidupan yang sempit dan di kumpulkan dalam keadaan buta.
          Q.S. 72/17           Di masukkan kedalam azab yang sangat berat.
          Q.S.6/165            : Di siksa dengan siksaan yang buruk