MENU BAR

Minggu, 02 November 2014

J I B




JAMA’AH  IMAMAH  BAI’AH
PENGERTIAN AL-JAMA’AH
1.            Pengertian secara bahasa
                                                جَمَعَ-يَجْمَعُ-جَمْعًا وَ جَمَاعَةً
                Berjama’ah, berkumpul, bersatu, bersama-sama,            berhimpun
2.            Menurut Istilah di dalam Al-Qur’an  : Q.S. 3/103-105,       16/92, 30/31-32.
3.            Pendapat Ibnu Mas’ud R.A. berkata :
" الْجَمَاعَةُ هِيَ مَنْ كَانَ عَلَى الْحَقِّ وَ إِنْ كَانَ وَحْدَه
                Al-Jama’ah itu adalah barang siapa yang berada di dalam       kebenaran (haq) walaupun ia sendiri.”
HUKUM BERJAMA’AH
          Berjama’ah adalah salah satu perintah Allah. Q.S. 3/103-105, 42/13-15
                Dari Ibnu Mas’ud R.A. berkata : Rosululloh SAW bersabda : “Tidak halal darah seseorang yang menyatakan bahwa tidak ada ilah selain Allah dan aku adalah Rosululloh kecuali terhadap 3 hal : Jiwa dengan jiwa ( pembunuh), pezina, dan orang yang keluar dari dien yaitu orang yang meninggalkan Jama’ah.”
CIRI-CIRI JAMA’ATUL HAQ
          Pola gerakannya Iman – hijrah – Jihad. Q.S. 9/20, 2/218, 8/72.
          Sistem hidupnya kaafah. Q.S. 2/208.
          Politik perjuangannya non kooperatif dengan Thoghut. Q.S. 17/73-75.
          Programnya menggentarkan musuh Allah. Q.S.8/60.
          Selalu mendapat rintangan dari musuh-musuhnya. Q.S. 6/112, 8/30, 61/7-8.
          Anggotanya sedikit tapi berkualitas ( fi’ah qolilah ). Q.S.2/249, 8/65-66, 11/40.
          Karakter Ummat kepada lembaganya (militan). Q.S. 48/29, 5/54, 9/11, 58/22, 49/15.
00000000000000000000000000000000000000000000000000000000000000000000000000000000000
PENGERTIAN IMAMAH
          Pengertian secara Bahasa
 أمَّ-يَأمُّ-إِمَامًا وَ إمَامَةً ج أئِمَّةٌ
                Memimpin, menjadi ikutan, ketua, imam
          Istilah di dalam Al-Qur’an.
                - Q.S. 17/71 : Imam / Pemimpinnya.
                - Q.S. 21/73 : Pemimpin
                - Q.S. 28/5   : Pemimpin yang mewarisi.
                - Q.S. 36/12 : Kitab induk
                - Q.S. 46/12 : Petunjuk.
                - Q.S. 15/79 : Jalan umum yang terang
HUKUM MEMPUNYAI PEMIMPIN
Hukumnya adalah “wajib” sebagaimana firman Allah SWT :
          Q.S. 17/71 : Di akhirat kelak akan di panggil bersama pemimpinnya.
          Q.S. 4/59 : Perintah untuk taat kepada Allah, Rosululloh dan Ulil Amri.
          Hadits Rosululoh riwayat Muslim :
                Dari Abu Huroiroh R.A. dari nabi SAW beliau bersabda : “Sesungguhnya imam atau /pemimpin itu adalah perisai di mana orang berperang berlindung di belakangnya dan menjaga diri dengannya, jika Imam memerintahkan supaya bertaqwa kepada Allah ‘Azza wa jalla dan berlaku adil,maka ia mendapat balasan dan bila di perintahkan untuk mengerjakan yang lainnya maka ia pun mendapat balasannya”
FUNGSI DAN JENIS IMAM
Imam terbagi menjadi 2 :
          Imam / pemimpin orang-orang kafir.
          Imam / pemimpin orang -orang mukmin.
PERBEDAAN IMAM ORANG-ORANG KAFIR DGN IMAM ORANG-ORANG BERIMAN
PEMIMPIN MUKMIN
          Q.S. 21/73,: memberi petunjuk dengan wahyu Allah, beramal khoir,
          Q.S. 32/24 : bersabar dan yakin terhadap ayat-ayat Allah.
          Q.S. 3/103 : Mempersatukan.
          Q.S 43/43 :  Mempertanggung jawabkan.
PEMIMPIN KAFIR
          Q.S. 28/41 : mengajak ke neraka. Bayan Q.S. 6/136-140
          Q.S. 33/ 67-68 : menyesatkan dari jalan yang benar. Bayan Q.S. 2/166-167, Q.S. 40/47-50
          Q.S. 28/4 : memecah belah penduduknya
          Q.S 34/31-34 : berbantah bantah di neraka.
11111111111111111111111111111111111111111111111111111111111111111111111111111111111
PENGERTIAN BAI’AH
          Pengertian secara Bahasa
 بَاعَ-يَبِيْعُ-بَيْعًا وَ بَيْعَةً              
                Jual-beli, membeli
 بَايَعَ-يُبَايِعُ- مُبَايَعَةً
                Berjanji setia, sumpah setia
          Secara Istilah.
                “Janji, sumpah setia seseorang kepada pemimpin untuk selalu mendengar dan melaksanakan perintahnya baik suka maupun terpaksa.”
          Istilah di dalam Al-Qur’an.
                Q.S. 2/63   : Janji setia yang di ikrarkan bani Isroil.
                Q.S. 48/18 : Allah akan ridho kepada orang beriman yang berbai’at.
                Q.S. 48/10 : Haqiqat Bai’at adalah kepada Allah SWT.
                Q.S. 9/111 : Jual-beli antara orang beriman dengan Allah SWT. Bayan Q.S. 61/10-13.
HUKUM BAI’AT
          Hukum Bai’at adalah “wajib”
          Hadits Riwayat Muslim.
                Dari Ibnu Umar R.A. dia berkata : saya mendengar Rosululloh SAW besabda : “ Barang siapa yang melepaskan tangannya dari ketaatan niscaya ia akan menghadap Allah pada hari kiamat tanpa mempunyai hujjah sedikitpun, dan barang siapa yang mati dan di tengkuknya tidak ada ikatan bai’at maka matinya seperti bangkai jahiliyyah. ( H.R. Muslim, , no.3441)
KONSEKWENSI BAI’AT
          Q.S. 60/12 : tidak syirik, berzina, mencuri, berdusta...
          Q.S. 9/111 : Berperang di jalan Allah, membunuh atau terbunuh
PERSPEKTIF LAIN TENTANG BAI’AT
          ‘Aqad (Ikatan) Q.S.5/1.
          ‘Ahdun. Q.S. 16/91.
          Aiman ( sumpah yang dilakukan dengan berjabat tangan). Q.S.16/91.
          Mitsaaq : Pengokohan janji yang berkaitan dengan Risalah. Q.S.5/7, 2/84.
          Syahadah. Q.S.3/51-52.
          Jual beli. Q.S. 9/111.
BAI’AT YANG DILAKUKAN PADA MASA ROSUL
          Bai’at Aqobah Ke-1 / Baitun Nisa. Q.S. 60/12.
          Bai’at Aqobah Ke-2.
          Bai’at Ridwan / Bai’atul Maut. Q.S. 48/18.
          Para sahabat acap kali berbai’at kepada rosulnya atau rosulnya yang membai’at mereka untuk berbagai keperluan, termasuk untuk menetapkan isi hati mereka
KESIMPULAN
          Jama’ah, Imamah dan bai’ah adalah suatu kesatuan proses terhadap keislaman seseorang, Umar bin Khottob R.A. berkata :
          “Tidak ada Islam kecuali harus berjama’ah dan tidak ada jama’ah kecuali harus berkepemimpinan, dan tidak ada kepemimpinan kecuali harus di baia’t, dan tidak ada bai’at kecuali harus mentaati.”
          Berjama’ah, berkepemimpinan dan berjanji setia terhadap kepemimpinan Islam adalah suatu kewajiban sebagaimana wajibnya sholat, shoum dan zakat. Q.S. 3/112.

ASY SYAHADAH



ASY SYAHADAH
الشَّهَادَةِ
Pengertian
  1. Makna Syahadah secara bahasa
شَهِدَ – يَشْهَدُ – شَهْدًا وَ شَهَادَةً
Bersaksi, melihat, mengakui, memperhatikan, bersumpah, berjanji, menyatakan
a.    Makna Syahadat Tauhid : “أشْهَدُ أنْ لاَّ إِلَهَ إِلاَّ اللهَ
          أشْهَدُ      فِعْلٌ مُضَارِعٌ مَرْفُوْعٌ يَدُلُّ عَلَى عَمَلٍ فِى الْحَالِ  وَالإِْسْتِقْبَالِ ( لِلإِْسْتِمْرَارِ )
          أنْ         حَرْفُ نَصْبٍ وَ مَصْدَرِيَةٍ لِلْحَالِ.
          لاَ          حَرْفُ نَفْيٍ.
          إِلَهَ         إسْمُ لاَ مَنْصُوْبٌ مَنْفِيٌّ بِلاَ.
          إِلاَّ          حَرْفُ الإِْسْتِثْنَاءِ ( لِلإِْثْبَاتِ ).
          الله         لَفْظُ الْجَلاَلَةِ مَثْبُوْتٌ بِإِلاَّ.
Maka arti syahadat Tauhid ini adalah : “ Aku senantiasa bersaksi, menyatakan, mengakui, bersumpah bahwa tidak ada “ilah” yang berhak di sembah selain Allah.”
b. Makna Syahadat Rosul :  أشْهَدُ أنَّ مُحَمَّدًا رَّسُوْلُ اللهِ 
Berarti : “ Aku senantiasa bersaksi, menyatakan, mengakui, bersumpah bahwa Muhammad itu adalah utusan Allah.”
2.       Haqiqat makna Syahadah
Syahadah dalam makna haqiqi adalah kecenderungan, kecintaan dan keridho’an kepada  :
                Allah sebagai Robb. (الله رَبًّا ). Q.S. 6/162-164.
                Islam sebagai Diin. (إسْلاَمَ دِيْنًا  ). Q.S. 5/3.
                Muhammad sebagai Nabi dan Rosul / Uswatun hasanah. ( مُحَمَّدٌ نَبِيًّا وَ رَسُوْلاً ). Q.S. 33/21.
3.            Syahadat dalam makna “ Taklifi
                Adalah : Awal mula seseorang di bebani tanggung jawab untuk melaksanakan hukum-hukum Allah ( Mukallaf )
4.            Makna “Sababi”.
                Adalah : Syahadah menjadi bukti seseorang       menerima da’wah Islam
5.            Istilah di dalam Al-Qur’an
                - Q.S. 59/22 : Nyata >< Gho’ib.
                - Q.S. 2/185 : Hadir, menyertai. Q.S. 74/13.
                - Q.S. 24/6   : Sumpah.
                - Q.S. 24/2, 70/33 :
Makna kalimat tauhid   لاَّ إِلَهَ إِلاَّ اللهَ
          Tidak ada yang berhak di sembah, di ibadahi, dihambakan dengan sebenar-benarnya kecuali Allah. QS. 51/56, 98/5.
          Tidak ada yang ta’ati kecuali kepada Allah SWT. QS. 4/59, 64
          Tidak ada yang di cintai kecuali Allah. QS. 2/165
          Tidak ada yang memberikan ketenangan kecuali Allah.         QS. 13/28.
          Tidak ada pemimpin, penolong, kecuali Allah.  QS. 5/57.
          Tidak ada hukum kecuali hukum Allah SWT.  QS. 5/44-45, 47 & 50.
          Tidak ada Raja kecuali Allah SWT. QS. 114/2, 1/4
Rukun Syahadat
          An-Nafyu (النَّفْيُ  ) : Penafian atau peniadaan yang terletak pada kalimat “لاَ إِلَهَ  “ yaitu meniadakan segala ilah, pengabdian, penghambaan, perbudakan dll.
          Al-Itsbat (الإِْثْبَاتِ  ) : Penetapan / pengkuhan yang terletak pada kalimat “  إِلاَّ اللهَ “ yaitu mengukuhkan dan menetapkan  bahwa Allah saja yang di ibadahi, di sembah dan di abdikan

Alloh berfirman
Karena itu siapa yang ingkar kepada thaghut dan beri-man kepada Allah, makasesungguhnya ia telah berpegang kepa-da buhul tali yang amat kuat ..."Qs  [Al-Baqarah> 2: 256]

Sesungguhnya aku berlepas diri terhadap apa yang kamu sembah, tetapi (aku menyembah) Alloh yang menjadikanku ...". [Az-Zukhruf: 26-27]
 

Sabtu, 01 November 2014

IMAN KEPADA ROSULULLOH



MA’RIFATUR RASUL
معرفةالرسول
Muqodimah
Qs. 17:15  “… dan Kami tidak mengadzab suatu kaum    hingga dibangkitkan seorang rasul…”
Qs.. 7:94  “… akibat mendustakan rasul…”
Definisi
  1. Bahasa (لغة)
v  Surat kiriman     رسل – رسلة - رسالة
v     Rambut terurai              رسل – يرسل – ارسلا                           
v     Utusan, pesuruh           رسول – رسل        
  1. Istilah Al Quran
v  Qs. 21:7      Rasul seorang laki-laki yang diberi wahyu.
v  Qs. 53:3-4   Manusia yang dibimbing oleh wahyu perkataannya mutlak
v  Qs. 2:213    Pemberi keputusan / membawa Al-Qur’an
Maksud dan Tujuan Allah mengutus Rasul :
Qs. 16:36 Agar manusia hanya menyembah kepada Allah dan menjauhi Thaghut
Qs. 9:33/48:28   Menegakkan dienullah (Islam)
Qs. 4:64             Agar ta’at kepada rasul
Qs. 48:8,9          Menjadi saksi di dunia dan di akhirat
                          Penjelasan : Qs. 4:41-42/22:78
Qs. 33:45-46     Menjadi saksi dan memberi kabar gembira, pemberi peringatan, Da’i .                           Penjelasan : Qs. 14:1/12:108/14:4
Qs. 4:65            Sebagai hakim.                                 Penjelasan : Qs. 33:36,45
Qs. 22:77-78       Estafeta tugas Rasul.                      Penjelasan : Qs. 2:143.
Tugas dan Fungsinya
Menurut Qs. 62:2/3:164 diantaranya:
v  Membacakan ayat-ayat Allah
v  Mensucikan dari sistem jahiliyah ke sistem Islam
v  Mengajarkan kitab dan sunah
v  Mencetak masyarakat yang berilmu dan bertakwa
Ciri – Ciri Ke Rasulan Muhammad SAW
Qs. 34:28              Menyeluruh/universal
Qs. 7:158              Menyeru pada tauhidullah.
Penjelasan :Qs. 3:64/21:25, 33:36
Qs. 48:29              Berjama’ah / memiliki kelembagaan  / struktur
Tidak lanjut dari  Ma'rifatul Rasul
Qs. 3:144              Siapa pengganti Muhammad sebagai Rasul.        Penjelasan : Qs. 22:77-78.
Qs. 61:14              Menjadi penolong dienullah.                                Penjelasan : Qs. 3:52-53/3:193
Qs. 3:81-83          Mengikrarkan keimanan dan menjadi anshar, caranya dengan bersyahadat.                              Penjelasan : Qs. 36:25/12:108
Qs. 7:157              Mengikuti Rasul
Qs. 39:29-30       Membebaskan budak.